1. Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi
    pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen
    untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi,
    khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas
    pelayananpublik
  2. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Menuju WBK) adalah predikat
    yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian
    besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan
    akuntabilitas kinerja
  3. Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (Menuju WBBM)
    adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang
    memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan
    tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan
    pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik
  4. PROSES PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM

        Proses pembangunan Zona Integritas merupakan tindak lanjut pencanangan yang telah dilakukan oleh pimpinan instansi pemerintah.Proses pembangunan Zona Integritas difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat konkrit.

 Dalam membangun Zona Integritas, pimpinan instansi pemerintahmenetapkan satu atau beberapa unit kerja yang diusulkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Pemilihan unit kerja yang diusulkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani memperhatikan beberapa syaratyang telah ditetapkan diantaranya:

  1. Dianggap sebagai unit yang penting/strategis
    dalam melakukan pelayanan publik
  2. Mengelola sumber daya yang
    cukup besar, serta
  3. Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi Birokrasi
    yang cukup tinggi di unit tersebut.

       Proses pemilihan unit kerja yang berpotensi sebagai Zona Integritas dilakukan dengan membentuk kelompok kerja/tim untuk melakukan identifikasi terhadap unit kerja yang berpotensi sebagai unit kerja berpredikat menuju WBK/WBBM oleh pimpinan instansi. Setelah melakukan identifikasi, kelompok kerja/tim mengusulkan unit kerja kepada pimpinan instansi untuk ditetapkan sebagai calon unit kerja berpredikat Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

       Selanjutnya dilakukan penilaian mandiri (self assessment) oleh Tim Penilai Internal (TPI). Setelah melakukan penilaian, TPI melaporkan kepada Pimpinan instansi tentang unit yang akan di usulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai unit kerja berpredikat Menuju WBK/WBBM.

       Apabila unit kerja yang diusulkan memenuhi syarat sebagai Zona Integritas Menuju WBK/WBBM, maka langkah selanjutnya adalah penetapan.

         HASIL

  1. Dalam pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, fokus pelaksanaan reformasi birokrasi tertuju pada dua sasaran utama, yaitu:
  2. Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN
    Sasaran terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN
    diukur dengan menggunakan ukuran:
    a. Nilai persepsi korupsi (survei eksternal); dan
    b. Presentase penyelesaian TLHP.
  3. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat
    Sasaran Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada
    masyarakat diukur melalui nilai persepsi kualitas pelayanan (survei eksternal).

Acara               : Pelaksanaan Penilaian OPD menuju WBK ( Wilayah Bebas Korupsi )

Tempat             : Ruang Rapat 1 Gedung D Lt.1 RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi

Jam                  : 08.30 - Selesai

Hari / Tanggal   : Rabu - Kamis, 2 - 3 Agustus 2017 

Setelah merayakan Lebaran, biasanya kita akan banyak menyantap makanan. Kebanyakan makan ditakutkan bisa menimbulkan beberapa penyakit. Bisa jadi melalui kadar gula yang terlalu tinggi, Makan makanan berlemak yang berlebihan. Nah, berikut tips menjaga kesehatan setelah lebaran yaitu:

Melanjutkan puasa setelah Lebaran.

Cara paling mudah dan berpahala, kita bisa melanjutkan puasa setelah Lebaran. Hal ini bisa mempertahankan berat badan yang sudah turun. Misalnya kita puasa Syawal 6 hari atau bagi wanita bisa langsung meng qodho puasa Ramadhannya.

Jangan balas dendam.

Biasanya, setelah berpuasa selama sebulan penuh. Kebanyakan orang akan makan banyak. Misalnya makan kue-kue lebaran yang masih ada ataupun

makan-makanan yang berat. Nah, kita tidak boleh balas dendam dengan makan sesuka hati. Hindari "kalap" saat menikmati sajian lebaran.

Pilih air putih.

Setelah merayakan Lebaran, kita sebagai umat muslim masih bersilaturahim hingga hari ketujuh lebaran. Alangkah baiknya, pilihlah air putih ketika bertamu.

Hal ini bisa mengontrolmu agar tidak berlebihan makan dan tetap menjaga kesehatan. Setidaknya metabolisme tubuh akan jadi lebih cepat, sehingga kalori yang  dikonsumsi tidak akan menumpuk dan menyebabkan penimbunan lemak di badan.  

Selain itu, dengan konsumsi air putih yang pas, kita akan lebih cepat merasa kenyang, jadi godaan untuk menambah dan terus-terusan mengunyah cemilan akan berkurang.

Kurangi Makanan Berlemak.

Setelah  puasa, sebaiknya kurangi makanan yang mengandung banyak lemak seperti makanan bersantan, daging berlemak, gorengan dan makanan berkalori tinggi lainnya. Jika rutin dikonsumsi tiap hari, keinginan langsing di hari istimewa tentu akan pupus.

Kegiatan Car Free Day :

                    Hari / Tanggal : 13 Agustus 2017

                    Jam                : 06.00 - 09.00 WIB

                    Tempat           : Jln. R. Suprapto Purwodadi

                    Acara             : - Senam Bersama

                                            - Pemeriksaan Lab ( Gula darah, Asam Urat )

                                            - Pemeriksaan VCT

                                            - Konsultasi Gizi

                                            - Doorprize

                                            - Makan Pagi

PEMBERITAHUAN

Tanggal 25, 26 Juni 2017 Merupakan Libur Lebaran Idul Fitri 1438 H, dan Tanggal 24, 27, 28, 29 Juni 2017 Merupakan Hari Cuti Bersama, Maka :

1. POLIKLINIK RAWAT JALAN DIALIHKAN KE IGD

2. INSTALASI GAWAT DARURAT ( IGD ) 24 JAM

Atas Perhatiannya diucapkan Terima Kasih